Home > ENTAHLAH, Puisi > Menunggu Kekasih

Menunggu Kekasih

Ku cumbu dikau di fajar shubuh
Kau mengelak
Acuh tak acuh

Ku sentuh lagi di jelang dhuha
Kau tampak tak berselera

Ku rayu di terik siang
Kau bilang nanti petang

Di waktu ashar ku tetap bersabar
Dikau lagi lagi menghindar

Ku berdendang di waktu petang
“hanya Engkau sayang
hanya Engkau buat ku kepayang
hanya Engkau jantung juang
Kembali Kau tak senang
Kau bilang nyanyi ku sumbang

Di tengah malam akhirnya kubisikkan
“Aku kan tetap berjalan
semoga besok kita bisa berpandangan

TAG : “PUISI CINTA”, “PUISI RELIGI”, “PUISI BUWEL”

Categories: ENTAHLAH, Puisi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: