Home > puisi asal > Lirik Untuk Yang Mulia

Lirik Untuk Yang Mulia

Nafasku merindumu

membeku menusuk kalbu

Diantara padi menguning

disela kicau kepodang kuning

Ingin ku lepas dekap

Namun langit seolah menjerat

Diantara ombak2 membukit

Di relung hati sakit menjerit

Engkaulah penjelajah samudera hati

Tuturmu nyalakan lentera surgawi

Teruntuk hati hati hampir mati

O, Sesak hati bila ku akhiri

Tak mungkin bila ku pergi

Kental doa mu mengalir tanpa henti

Categories: puisi asal
  1. September 5, 2009 at 8:09 pm

    semoga keyakinan itu selalu terjaga…

  2. September 5, 2009 at 9:37 pm

    wah tulisan yang indah🙂 hehehe semangat!

  3. September 5, 2009 at 9:54 pm

    suaraMuterdengar sayusayup,diantara langkah yang semakin cepatrindu menggantungaku bergegas pulang….

  4. September 5, 2009 at 9:59 pm

    pulang dulu yaa…mau subuhan…puisinya bagus bngt🙂

  5. September 5, 2009 at 10:43 pm

    Pagi hari kubuka mata,kurasakan hangatnya,harum perhatian dan cinta..lalalalalala..hehehe,apa kbr sister?puisi bgs gt dibilang asal..gmn kalau g asal,.pa jd jelek ya?xixixi

  6. September 6, 2009 at 2:53 am

    mata hanya bisa memandang, mulut hanya bisa berbiacara, telinga hanya bisa mendengar, kulit hanya bisa meraba, tak ada satupun dari mereka yang mampu menentukan segalanya. semua ku pasrahkan pada yang kuasa🙂

  7. Ari
    September 6, 2009 at 4:00 am

    Koment-nya harus Puitis ya ?Waduh Lagi Gak karuan nih Batin.Tapi perlu KAU tahuCintaku pada-MU.Seiring tarikan Nafasku.Bahkan ketika Detak itu kelak menghilangRinduku hanya untuk-MU

  8. September 6, 2009 at 4:53 am

    wah .. puisi nya keren tuh …

  9. September 6, 2009 at 5:57 am

    Kaulah penguasa alam, Langit dan Bumi Sujud Pada-Mu, Kau yang Maha memberi segala nikmat kepada kami….

  10. September 6, 2009 at 6:08 am

    Yang Mulia siapa nizh?

  11. September 6, 2009 at 7:22 am

    siang Wel

  12. September 6, 2009 at 7:28 am

    mulia itu ditujukan pada sapa ya?kalau pada Sang Pencipta, kok Mu pada awal bait g besar y?(maaf lok salah)but tulisannya bagus bgt..jika itu ditujukan pada Sang Esa, katanya dari tiap kata yg diikhlaskan itu berpahala low…Hm..palagi bulan ramadhan ini.oya, mkasiy ya ats kunjungannya.

  13. September 6, 2009 at 9:50 am

    blogwalking ke temen-teman baru, salam kenal🙂

  14. September 6, 2009 at 10:37 am

    puisinya keren abis, nih Wel..eh, Achen…duh, salah lagi.

  15. September 6, 2009 at 11:08 am

    A-chen.Saya tak bisa berpuisi sore nich. Senang bisa berkunjung kerumahmu.

  16. September 6, 2009 at 11:29 am

    Wuiiih, Blogger sekarang makin banyak aja yang puitis…Huhuhu, diriku malah gak tau nulis puisi….Gak ada bakat…Btw, itu puisinya untuk Yang Diatas bukan..??

  17. September 6, 2009 at 12:12 pm

    doa mu atau doa ku?…

  18. eMo
    September 6, 2009 at 7:13 pm

    senengnya..ada yg mengaliri doa..

  19. September 6, 2009 at 7:41 pm

    puitis sekali dirimu huhuhu…jadi trenyuh…kunjungan balik ya

  20. September 6, 2009 at 8:44 pm

    Doa yg tulus , seharusnya memang tiada henti…nice puisi mas…met makan sahur…

  21. September 6, 2009 at 9:59 pm

    bagus sekali puisinya. kasih tips untuk nulis puisi yang bagus donk kawan???

  22. September 7, 2009 at 1:20 am

    teruntuk hati hampir mati…. keren banget puisinya, aq suka puisinya….😀

  23. September 7, 2009 at 1:54 am

    puisinya keren… jadi bingung mau komennya…😀

  24. wh
    September 7, 2009 at 2:43 am

    Wua….kerenEnggak bsa komeng apa2Nice mas buwel eh aa^

  25. September 7, 2009 at 3:03 am

    Engkaulah penjelajah samudera hati ….Amazing … bro.Salam

  26. September 7, 2009 at 3:32 am

    a-chen, kamu kenapa? Ya sudah, klo gitu jangan pernah diakhiri dan jangan pernah pergi.dalem banget dah puisinya. ^_^

  27. September 7, 2009 at 6:52 am

    Kepodang bernyanyi di ujung surauLagu langit ciptanyaAku tersenyum sambut sinarmuUntuk sahabat dari jauhsalam

  28. September 7, 2009 at 9:34 am

    ini puisi ttg apa ya…maap kelamaan (sok) hiatus jadinya agak2 error hehehe…

  29. September 7, 2009 at 12:17 pm

    wih hebat puisinya. Bro ajarin aku bikin puisi sampai sekarang gak bisa-bisa he he. Tks. Salam

  30. September 7, 2009 at 12:48 pm

    Keren banggettt nih….

  31. September 7, 2009 at 12:57 pm

    wah, tobat! bagus sekali bro puisinya, saya manggut2 hehehe…. *lagi seneng nulis puisi juga*

  32. September 7, 2009 at 12:59 pm

    namaNya, memang tak pernah habis disyairkan.

  33. September 7, 2009 at 9:18 pm

    orang jawa bilang, ajining diri ana kedaling lathi. semoga kita bisa menjaga lidah kita agar tidak membuat orang lain jadi jijik dan muak.

  34. September 8, 2009 at 2:30 am

    Wow…keren…keren..!

  35. September 8, 2009 at 8:15 am

    salam sobatbagus puisinya..memnag ya jijik kalau hanya untuk meludah.Ada AWARD sederhana untuk ACHEN,,,mohon diterima ya,,di blog NURANURANIKU,trims.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: