Home > puisi asal > Sampai kapan malam ini kau jelang?

Sampai kapan malam ini kau jelang?

Malam malam mu menjelang berlubang
Meremang suram tajam
Langkah terlunta
Gerimis basahi pintu gerbang hitammu
Kau lihat langkah awalmu datang
Jejak air mata, Darah
Diajeng, ‘Sampai kapan malam malam ini kau jelang?

Garis takdir tenggelam di kubangan
Perihmu semakin membayang
Kau tengok lagi jejak awalmu datang
Mengapa kini hanya jurang?
Diajeng, Inikah malam penghabisan?

Categories: puisi asal
  1. a
    January 2, 2010 at 9:58 pm

    wah baru pertama berkunjung langsung minat pada blog.sukses selalu mas a-chen

  2. January 2, 2010 at 10:49 pm

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!Malam penuh bintang pasti segera datang, kok.

  3. January 2, 2010 at 11:43 pm

    azam tahun baru ke a-chen?

  4. January 3, 2010 at 2:28 am

    selamat tahun baru a-chen, namanya juga hidup gak bakal selamanya mulus, nanti lubangnya aku bantu tambeli deh😛

  5. January 3, 2010 at 2:51 am

    kata orang2 bijak, penderitaan itu pasti ada akhir, sedalam, sebanyak apapun air mata dan darah🙂 met taon baru a poet from north🙂

  6. January 3, 2010 at 3:04 am

    hmmm…. kata-katanya mengena banget sob…🙂

  7. January 3, 2010 at 4:36 am

    kata2nya manis bangeeett… ^^

  8. January 3, 2010 at 5:07 am

    Suka! Jempol!

  9. January 3, 2010 at 6:24 am

    kata2 katanya bagus banget…….

  10. January 3, 2010 at 8:32 am

    mantap..diajengnya siapa nih? salam buat diajengnya ya.

  11. January 3, 2010 at 4:08 pm

    hayoooo buat siapaaaa hihihi

  12. January 4, 2010 at 1:45 am

    aduh… makna nya dalam banget, siapa tuh diajeng samapi bisa membuat rangkaian kata jadi indah

  13. January 4, 2010 at 8:31 am

    jangan ada malam penghabisan.:8:8

  14. January 4, 2010 at 8:56 am

    updateeeee…hi hi hi…

  15. January 4, 2010 at 8:58 pm

    poetry na baguss^^ met tahun baruuu^^

  16. January 5, 2010 at 4:25 am

    Tetep… Enggak ngerti😦

  17. January 5, 2010 at 7:20 am

    Semoga bukan malam penghabisan sebab aku akan selau datang padamu.

  18. January 5, 2010 at 9:21 am

    Puisi sarat makna yang sangat dalam.hanya orang yang mempunyai apresiasi tinggi yang bisa mencerna….mantap sobat…..

  19. January 5, 2010 at 9:49 am

    Lama tidak ke sini Chen..maaf ya sekali lg maaf.Puisi yang indah,,lama aku tak bikin puisi..makasih ya atas kunjunga dan komentarmu.Salam hangat selalu

  20. January 5, 2010 at 10:17 am

    yah kok berpisah?

  21. January 5, 2010 at 3:00 pm

    Kata-kata yg indah mas..selalu penuh makna…

  22. January 6, 2010 at 1:57 am

    bkn penghabisan tapi penantian,

  23. January 6, 2010 at 6:09 am

    kata orang, hidup datar tanpa penderitaan ga seru, tp ak memilih hidup datar saja, jdi ga adayg namanya skait hati macam puisi ini. hiksss

  24. January 6, 2010 at 6:14 am

    tetap semangad😀 jalan terus

  25. January 6, 2010 at 11:13 am

    met sore semuaaaaaaaaaaaadah pada mandi belooom>?????

  26. January 6, 2010 at 4:05 pm

    di sini malah musim dingin ya? hehehe

  27. January 6, 2010 at 11:42 pm

    Malam tadi bertabur bintang….met pagi mas..

  28. January 7, 2010 at 12:25 am

    Pagi yang cerah menyambut sahabat blogger semuanya…malam hujan!

  29. Dhe
    January 7, 2010 at 1:41 am

    Keren… salam manis bwt diajeng😀

  30. January 7, 2010 at 8:02 am

    Lum ada yang baru mas..?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: