Home > puisi asal, Rumah Baru > PUISI ASAL | TAMU

PUISI ASAL | TAMU

Tamu itu pasti datang, kawan..
Tanpa ketuk, Tepuk bahu hidup
Ada kala kau terkejut
Bisa juga kau tersenyum
Mungkin cuma bisa pasrah
Ataukah hanya terpaksa

Laksana cahaya menembus kaca
Kebaikanmu muluskan jalan
Tak sakit apalagi menyakitkan
Laksana air lubangi batu
Angkaramu susahkan jalan
Amat lama amat menyakitkan

Tamu itu pasti datang, kawan
Ada sanak siapkan kafan
Ada saudara siapkan makam
Sirnalah harta
Sirnalah tahta
Sirnalah wanita
Adakah kawan cukup bekal?

Categories: puisi asal, Rumah Baru
  1. January 29, 2010 at 4:49 am

    Dengarkan jiwaAkui diriSambut dengan segenap hati

  2. Dhe
    January 29, 2010 at 5:05 am

    Tanpa takutmalaikat mautpasti menjemputayoo..siapkan bekal..😀

  3. January 29, 2010 at 5:10 am

    intinya, siap2 kalo kita semua akan meninggal ya, Chen?

  4. January 29, 2010 at 5:15 am

    tamu itu pasti akan datang, tanpa ada seorang pun yang tau kapan… yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha menyiapkan bekal, agar siap kapanpun dijemputnya…

  5. January 29, 2010 at 5:23 am

    haii,perdana nih kesini, ngajakin kenalan sambil follow.. hehehehe….salam,ninneta

  6. January 29, 2010 at 5:48 am

    hiks hiks hiks …belum!

  7. January 29, 2010 at 6:27 am

    jelas dan pasti,tamu itu pasti datang

  8. January 29, 2010 at 6:41 am

    ganti ya…rumahnya ganti

  9. January 29, 2010 at 6:42 am

    tamunya menakutkan. membawa maut.aduuuuuuh, bekalku belum cukup. katakan pada tamu, jangan datang dulu

  10. January 29, 2010 at 6:47 am

    belum saudaraku, belum sama sekali🙂

  11. January 29, 2010 at 8:22 am

    MAMPIR BACA PUISI KEREN.

  12. January 29, 2010 at 10:06 am

    makin maknyus puisinya!

  13. January 29, 2010 at 10:39 am

    Sebelum tamu itu datang, mari kita siapkan bekal yang cukup, dengan amal ibadah :)makasih kawan, sudah mengingatkan🙂

  14. January 29, 2010 at 11:49 am

    dia datang tanpa tanya apa kita siap atau tidak ya bos

  15. January 29, 2010 at 12:22 pm

    rasanya aku belum siap kawan.. :1

  16. January 29, 2010 at 1:11 pm

    pasti, pasti datang..😀

  17. January 29, 2010 at 1:37 pm

    setubuh gan.. btw puisi na ttp keren kok gan..

  18. January 29, 2010 at 3:34 pm

    Nice puisi mas..btw rumah baru ya mas…keren

  19. January 29, 2010 at 4:26 pm

    chen kok ganti templatenya??? bagusan yg kemaren brother…:)

  20. January 29, 2010 at 4:28 pm

    chen..silaturahmi🙂

  21. January 29, 2010 at 7:27 pm

    Dan,Sang Tamu pasti datang menjemput….Siap ataupun tidak.

  22. January 29, 2010 at 9:15 pm

    "Kini aku tahu bahwa kematian diciptakan Tuhan untuk menjelaskan pada manusia, agar dengan akalnya ia berpikir dan dengan hatinya ia merasa, bahwa ada suatu keabadian yang lebih indah daripada kehidupan."(Sareyang–Pustaka Jaya, 2005: hal.139)

  23. January 30, 2010 at 3:37 am

    kemana pun kita sembunyi…kita tidak akan bisa menghindarinya……

  24. January 30, 2010 at 4:44 am

    hello reportedly good friends?

  25. January 30, 2010 at 5:58 am

    semoga aku dan kamu tidak lelah mencari bekal..🙂

  26. January 30, 2010 at 5:59 am

    wah jadi takut neehhhhhh, ngewi mengingat akan datangnya jemputan….sista ada awrd di ambil gih

  27. January 30, 2010 at 10:24 am

    Msih belum cukup bekal…

  28. January 30, 2010 at 4:01 pm

    lah iki apik brother, tapi warnanya kurang mecinx🙂

  29. January 30, 2010 at 10:58 pm

    semoga kita semua berbekal sebelum menghadap Nya puisi yang begitu bagus sahabat

  30. January 30, 2010 at 11:03 pm

    salam kenal semoga persahabatan ini bisa berlanjut

  31. January 31, 2010 at 8:08 am

    astaghfirullah…innalillahi wa innailaihi roji'un

  32. January 31, 2010 at 9:10 am

    terimakasih sahabat aku datang sebagai tamu tetapi tamu yang baik

  33. January 31, 2010 at 10:26 am

    sedang masa persiapan ^^

  34. January 31, 2010 at 11:29 am

    ku sedia, jika aku tlah meiliki bekal.nice,salam sobat,,,langitsenja follow,back yachhh..

  35. January 31, 2010 at 2:35 pm

    hm..puisinya gak asal kok. tapi justru bener banget,thanks udah mengingatkan..🙂

  36. January 31, 2010 at 11:13 pm

    Menjemput mautDengan bersikap zuhudAkhlaq pun jadi patutMenjelang ajal tanpa takutSalam

  37. February 1, 2010 at 4:04 pm

    Belum, belum cukup kawan..😦

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: