Home > puisi asal, sajak > Sajak Menakar Nikmat (SMN)

Sajak Menakar Nikmat (SMN)

Sudah ku coba hitung berjuta nikmat

dengan sejumlah tak keberdayaan

sembari mencoba terjemahkan makna yang termuat

lalu ku takar cintaku kepada Tuhan

Masih dan masih selalu tak seimbang…

***

Tag : Sajak Menakar Nikmat (SMN)

Categories: puisi asal, sajak
  1. April 4, 2010 at 4:23 am

    huruf T pada Tuhan seharusnya huruf besar lho. maaf, cuma kasih tau

  2. April 4, 2010 at 4:23 am

    yah begitulah manusia ya🙂 untung masih bisa menyadarinya…

  3. April 4, 2010 at 4:27 am

    tq atas sajak perenungannya🙂

  4. April 4, 2010 at 4:30 am

    met wiken aje🙂

  5. April 4, 2010 at 4:37 am

    di takar terus agar seimbang ^^happy sundaaayyyy

  6. April 4, 2010 at 4:41 am

    Brknjung sob, sajakx singkat padat dan brmakna😉..

  7. April 4, 2010 at 4:58 am

    yups, nikmat sekali..

  8. April 4, 2010 at 5:31 am

    kalo belum seimbang sebaiknya diseimbangkanyuk sama-sama menyeimbangkan cintambak fanny jelibener tuh Chen kalo boleh di edit ulang kata Tuhan itu yah

  9. April 4, 2010 at 5:34 am

    hehehehe.. udah di edit lagi…🙂

  10. April 4, 2010 at 6:08 am

    salam sobatwah hebat bisa menakar jumlah nikmat…yang berjuta-juta dengan sejumlah tak keberdayaan.saya ngga bisa mas..

  11. April 4, 2010 at 6:52 am

    Hanya Allah yang mampu menakar cinta kita untuk_nya…karena hanya Dia yang memiliki timbangan yang adil seadil-adilnya…^^salam kenal ^^

  12. April 4, 2010 at 9:22 am

    maka nikmat Robbmu yang manakah yang kau dustakan?

  13. April 4, 2010 at 9:42 am

    Rasa syukur manusia selalu tak seimbang dengan nikmat yang telah diberikan, selalu merasa kurang dan selalu kurang….

  14. April 4, 2010 at 1:59 pm

    Brknjung blik sob😉..

  15. April 4, 2010 at 2:22 pm

    Hmm keren dah puisinya… Salam kenal ya bro!

  16. April 4, 2010 at 2:29 pm

    puisinya simple tapi daleeeeeeeeem bgt

  17. April 4, 2010 at 3:25 pm

    testing koments…😀

  18. April 4, 2010 at 3:34 pm

    memang tidak akan sebanding ya…makanya, kita "cuma" diwajibkan untuk mensyukurinya🙂

  19. April 4, 2010 at 4:16 pm

    Takkan bisa nikmat dihitung, hanya bisa untuk disyukuri. Bagus puisinya. keep write!😀

  20. April 4, 2010 at 8:49 pm

    Testing Komentar… :-)))

  21. April 4, 2010 at 8:49 pm

    Mampir… :-DD

  22. April 4, 2010 at 10:33 pm

    Kang Sugeng dan 20 orang lainnya sangat menyukai ini

  23. April 4, 2010 at 10:43 pm

    masih belum paham intinya…heheheyang penting komeng dulu…

  24. April 5, 2010 at 1:01 am

    Dia yg lebih berhak menakr,bukan kita. Weee..baju barunya so blink😀

  25. oby
    April 5, 2010 at 1:22 am

    masih dan masih tak seimbang……….he em… bener bgt….sediih rasanyaa…..aku takuut…..antara dosa dan kebaikan… banyakan dosa…>,<Ya Allah berikan hamba kekuatanmakasih dah koment di blogkuuudi tunggu yah kunjungan baliknya dihttp://zona-ketawa-kita.blogspot.com/

  26. April 5, 2010 at 1:33 am

    achen.. sama kerennya ma buwel deh kalo buat puisi :-))

  27. April 5, 2010 at 1:36 am

    duh, dalem euy…. senin pagi kebetulan nemu blog ini, keren…. saya suka puisi…

  28. April 5, 2010 at 1:44 am

    tidak akan pernah imbangkarena dia adalah Sang Maha Pemberi Nikmatsedangkan kita adalah sang penerima nikmat yang paling rakus

  29. Delia
    April 5, 2010 at 2:26 am

    Belum bisa kita menghitung nikmatnya yang sangat banyak :)Kunjungan siang nih…🙂

  30. April 5, 2010 at 3:32 am

    wah ganti baju lg chen….. begitu besar nikmat yang DIA berikan…

  31. April 5, 2010 at 4:05 am

    Begitulah sob.. bagaimanapun kita tak bisa menghitung nikmat yg Tuhan berikan

  32. April 5, 2010 at 4:06 am

    Bagus amat sajaknya bos.. Jadi ingat surat Arahman.. Maka nikmat tuhan yang manakah yang kamu dustakan ???

  33. April 5, 2010 at 4:33 am

    wah dalem banget nih puisinya… :)memang nikmat Tuhan itu banyak banget bagi mahkluk ciptaanNya di dunia ini

  34. April 5, 2010 at 4:40 am

    dalem bgt gan.. nikmat tuhan tiada terkira dan apabila kita menysukurinnya, kita akan ditambahkan nikmat itu lg olehNya..😀

  35. April 5, 2010 at 5:43 am

    maka dari itu, kita harus banyak bersyukur kepada Tuhan atas nikmat yang telah diberikan…

  36. April 5, 2010 at 6:35 am

    tak seimbanghmm..seimbangkah?

  37. April 5, 2010 at 11:33 am

    wah ganti template sobat..

  38. April 5, 2010 at 12:57 pm

    ehm baru tahu sama mas buwel orang yang sama

  39. April 5, 2010 at 1:27 pm

    Baru lagi, templatenya :)Wajah puisinya juga baru di sini, religinya pindah🙂

  40. April 5, 2010 at 1:50 pm

    Halo. Salam kenal. Saya ngajak tukeran link. LInk Anda sudah terpasang. Saya tunggu link backnya ya. Thanks

  41. April 5, 2010 at 3:34 pm

    ganti template ya?good lebih colorfull

  42. April 5, 2010 at 4:34 pm

    selalu berlebih…kuminta satu, Kau beri dua

  43. April 7, 2010 at 7:25 am

    sajak yang kerenmaknanya dalam

  44. sky
    April 7, 2010 at 7:27 am

    template yang kerenmakana sajaknya indah

  45. April 13, 2010 at 8:44 am

    jadi inget surat Ar rahman yaa

  46. lin
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: