Home > Akal, Puisi > Menara Keindahan

Menara Keindahan

Tak mungkin Kau capai Menara
lalu bergelak tawa
memeluk terus bercinta
Kalau hanya berpangku tangan
tanpa perjuangan

Tajamkan matamu
zaman sekarang sulit bedakan
Mana terang Mana Kelam

Kepalkan tanganmu
Tinju kemunafikan
Hantam semua rintangan

Dan bukankah hidup adalah perang sepanjang hari
Pergelutan panjang tanpa henti

Hidup untuk mati
Mati Untuk Hidup memandang keindahan abadi

Categories: Akal, Puisi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: