Home > puisi asal > Duh Gusti, Marahkah Engkau Kepadaku Ini?

Duh Gusti, Marahkah Engkau Kepadaku Ini?

Sebenernya Aku ingin marah padamu, anakku
ketika Kuperintah membeli kopi
kau menenmbakku dengan “Bentar Pak, Sebentar lagi”
sambil asyik nonton TV, seolah tak perduli
menjelang jam lima sore, waktu itu;

Aku ini Bapakmu
yang membesarkanmu
penuh kasih sayang
menyekolahkanmu
hingga kini Kau kelas tiga SMK,
disuruh begitu saja tak mau, Pikirku

Namun, Saat amarah itu hampir meluap
Istriku tercinta mendadak bertanya kepadaku
“Pak, ndak sholat dulu?
Ndak Baek lho menundanunda kewajiban!

Aku terhenyak terdiam; “Duh Gusti, Marahkah Engkau kepadaku Ini?

***
ngetag nama achen doang… :-))

Categories: puisi asal
  1. June 17, 2010 at 6:32 am

    jadi malu saya bacanya..hhehe..

  2. June 17, 2010 at 6:55 am

    untung punya istri sebaik itu hehehe

  3. June 17, 2010 at 7:00 am

    marah sih enggak, cuma jengkel. hehe..sama aja ya..ups…

  4. June 17, 2010 at 7:16 am

    Alhamdulillah, masih ada yang mengingatkan!

  5. June 17, 2010 at 7:26 am

    untung masih mau mendengarkan dan diingatkanšŸ™‚

  6. June 17, 2010 at 7:52 am

    memang sang isteri yang baik selalu bisa meredakan amarah suami..šŸ˜€

  7. June 17, 2010 at 7:55 am

    sebuah renunganšŸ™‚

  8. June 17, 2010 at 8:18 am

    Nice post mas..mantap dan met sore ya

  9. June 17, 2010 at 8:31 am

    wah….malu aku membaca nyasering aku begitubegitu tidak sabarpadahal sering membuat Gusti Allah pun tak sabar kalau andai Dia bisaposting yang bagus untuk renungan sahabatoh yah… mampir deh ke wiedesignarch… ada pertanyaan tentang film bioskop kesukaanmu ^-^

  10. June 17, 2010 at 8:40 am

    Kejadiannya koq mirip dengan saya bro…?

  11. June 17, 2010 at 9:07 am

    syukur ya istrinya mengingatkan..:)

  12. tfd
    June 17, 2010 at 10:31 am

    bagus sekali mengarahkan pembacanya…aku suka…

  13. June 17, 2010 at 10:46 am

    inspiratif Om,

  14. June 17, 2010 at 11:43 am

    TERIMAH KASIH,,,,,

  15. June 17, 2010 at 12:07 pm

    tuh…jangan marah2 mulu….sholat yuk..:)

  16. June 17, 2010 at 2:00 pm

    Untungnya ada yg mengingatkan dan yg diingatkan mau menerimanya…šŸ˜€

  17. June 17, 2010 at 2:02 pm

    Ya Allah.., semoga aku tak akan lagi menunda2 kewajiban.

  18. June 17, 2010 at 4:17 pm

    Nah loh, ternyata kita juga begitu menuntut orang lain untuk membalas jasa kita. Tetapi kita lupa akan nikmat yang di berikan Allah. SOLAT dulu gih…

  19. June 17, 2010 at 4:31 pm

    sabar pak sabar…biasa anak muda jaman sekarang agak bandel bandel….gak kayak jaman kita dulu…. <=== nih anak umurnya berapa sihšŸ˜„

  20. June 17, 2010 at 8:59 pm

    hihi maafkan kami anak muda jaman sekarang yaaa ;)bukan berarti tdk hormat. mungkin cara kami saja yg bedašŸ˜‰

  21. June 18, 2010 at 1:21 am

    Alhamdulillah memiliki teman hidup (istri) yang mengingatkan …Lalu, apa yang terjadi kemudian?

  22. June 18, 2010 at 2:58 am

    mari berbakti kepada Sang Penciptakepada orang tuakepada lingkungan

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: